Yogyakarta International Airport : Dibenci dan Dinanti

Friday, October 18, 2019

Beberapa hari yang lalu, seorang teman menelpon dan menanyakan keberadaan saya. Ternyata dia salah membeli tiket pesawat. Seharusnya melakukan perjalanan dari Halim Perdana Kusuma (HLP) ke Adisucipto (JOG), ternyata nyasar ke Yogyakarta International Airport (YIA). Memang bandara baru di Yogyakarta ini belum terlalu dikenal publik, sehingga beberapa orang yang terburu-buru dalam membeli tiket ke Adisucipto Yogyakarta malah membeli tiket ke YIA.

'Ah posisi Bandaranya terlalu jauh dari Kota Yogyakarta', umpat teman saya saat kami bertemu. Saya mengernyitkan mata, sepertinya umpatan seperti ini banyak diterima YIA. Ingatan saya kembali saat pertama kali menginjakan kaki di Kulon Progo sebagai pegawai proyek Yogyakarta International Airport.

Salah satu spanduk yang terpasang dilokasi bandara, September 2017
Saat itu, September 2017, aliansi warga yang menamakan diri PWPP.KP (Persatuan Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo) masih mendiami wilayah yang digadang-gadang menjadi bandara. Jadi sepanjang jalan desa, banyak terpampang poster dan spanduk perlawanan warga yang menolak pembangunan bandara. Poster dan spanduk yang terpasang berisi kata-kata umpatan dan sumpah serapah pada pihak-pihak yang ingin menyukseskan YIA. Usut punya usut, alasan penolakan warga cenderung disebabkan oleh masalah ekonomi yaitu kekhawatiran akan tergusurnya lapangan kerja sebagai petani serta alasan kepemilikan lahan secara turun temurun.

Mengupayakan pembangunan konstruksi saat lahan masih dalam penolakan warga merupakan kesulitan utama kami sebagai kontraktor. Pada dasarnya pembebasan lahan merupakan tanggung jawab owner, dalam hal ini Kementrian Perhubungan yang diwakili, Angkasa Pura I, namun sebagai kontraktor, kami juga berupaya secara persuasif agar pekerjaan pembangunan dapat maksimal. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan pendekatan kepihak-pihak yang dirasa memiliki peran di lingkungan warga penolak dan mempekerjakannya di proyek.

Kekhawatiran warga akan tergusurnya lapangan kerja sebagai petani memang benar menjadi kenyataan, namun lapangan kerja yang hilang itu diisi dengan lebih banyak lapangan kerja akibat pembangunan proyek bandara. Sebagian warga dirangkul menjadi pekerja proyek, sebagian lainnya memilih berwiraswasta memanfaatkan ledakan pekerja di lingkungan Bandara, seperti membuka warung makan, membuka jasa loundry, membuka tempat kos, dan masih banyak kesempatan pekerjaan yang tersedia di Kulon Progo selama dan setelah pembangunan YIA ini.

Lebih lanjut, warga yang merelakan lahannya digusur mendapatkan ganti rugi melalui mekanisme Konsinyasi. Konsinyasi adalah mekanisme ganti rugi dengan menitipkan sejumlah uang ke pengadilan. Hal yang membuat saya cukup kaget adalah besaran nominal ganti rugi yang ditawarkan. Nilai tanah per meter persegi melambung hingga 10 kali lipat dari harga awal sebelum ada pembangunan bandara YIA. Jadi banyak warga eks gusuran bandara YIA menjadi miliarder. Beberapa diantaranya menjadi rekanan kami, sebagai supplier bahan dengan modal dari hasil Konsinyasi tadi.

Rapat di lokasi proyek, Oktober 2017. Dihadiri  Mentri Perhubungan serta
Direksi PT. Angkasa Pura 1 dan PT. PP (Persero) Tbk.
Perlu diakui bahwa sampai sekarang ada sebagian kecil warga yang belum merelakan pembangunan bandara ini, meskipun begitu pembangunan YIA memang perlu dilakukan. Mengutip dari pernyataan Bapak Budi Karya pada kunjungan ke proyek YIA pada Oktober 2017, alasan utama pembangunan YIA adalah masalah Bandara Adisutjipto yang sudah melebihi kapasitas penumpang. Kedua, panjang landasan pacu (runway) bandara di Kabupaten Sleman itu hanya 2.200 meter, sehingga tidak mampu menampung pesawat berbadan lebar (wide body). Selain itu, apron hanya bisa menampung 11 pesawat. Ketiga, bandara tersebut merupakan civil enclave milik TNI Angkatan Udara yang telah dibangun sejak 1938 dan dirancang untuk penerbangan militer. Keempat, pengembangan di Bandara Adisutjipto juga tidak bisa dilakukan karena terhambat keterbatasan lahan dan kendala alam. Terakhir atau kelima, Yogyakarta merupakan kota kunjungan wisata kedua setelah Bali memerlukan bandara yang dapat langsung menangkap lalu lintas penerbangan Internasional.

Pemilihan Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo sebagai lokasi YIA juga bukan tanpa alasan. Selain terkait masalah teknis, lokasi ini juga dinilai strategis bukan hanya sebagai pintu gerbang udara ke Yogyakarta, namun juga ke tujuan wisata utama di Jawa Tengah, yaitu Borobudur. Borobudur dikenal sebagai salah satu daerah prioritas pengembangan wisata nasional. Dengan adanya YIA yang didesain untuk menangkap lalu lintas penerbangan internasional secara langsung dari beberapa negara, diprediksi ada 20 juta penumpang yang melewati YIA setiap tahun dan berpotensi meningkatkan kunjungan ke Borobudur dan berbagai obyek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Saya terbangun dari lamunan umpatan teman saya. Saya tersenyum sejenak. Tidak dipungkiri memang jarak YIA ke pusat kota Yogyakarta memang cukup memakan waktu. Tapi pernahkah kita berfikir tentang dampak bangkitan yang ditimbulkan akibat pemilihan lokasi YIA ini terhadap Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Purworejo, dan banyak wilayah disekitarnya? Pariwisata bertumbuh, bisnis transportasi bertumbuh, perniagaan bertumbuh, perekonomian berputar bahkan sebelum bandara ini jadi. Saya menjadi saksi bagaimana YIA dalam 2 tahun ini mengubah kehidupan orang disekitarnya menjadi lebih baik. Saya menjadi saksi bagaimana pemerintah membangun Tanah Air melalui Kementrian Perhubungan. Terimaksih Kementrian Perhubungan (ig : @kemenhub151)

Pemandangan via Drone dari Barat ke Timur, Bulan Juni 2019. (doc. PPKSO)

Pemandangan via Drone dari Timur ke Barat, Bulan Juni 2019. (doc. PPKSO)

Sempat mengajak Papa, Mama, dan Istri ke Proyek sendiri bulan Juni 2019, mudik lebaran.


Tulisan ini diikutsertakan dalam 2019 Blogger Writing Competition

Sosial media:



You Might Also Like

61 komentar

  1. Transportasi di Yogyakarta memang sudah berkembang dan maju.

    Semoga kabar baik bisa datang ke kota saya Bungbulang, Garut.

    ReplyDelete
  2. Menarik sekali ceritanya. Aku baru tau ada bandara ini. Moga lancar aja dan membawa manfaat bagi warga sekitar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, baru tau juga ya kalau di Jogja ada YIA. Semoga dengan artikel ini bisa menambah informasi ya

      Delete
  3. Landasannya deket banget ma laut yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi bray.... supaya kelak para pramugarinya kalau rehat terbang bisa langsung nyabtey kaya di pantey atuh ah...

      Komen ngga etis ini mah kan...?!

      Delete
    2. Wkwkwk... bisa mang... langsung terjun aja

      Delete
  4. sebulan lalu saya lewat YIAdan progresnya udah mulai keliatanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pak... sudah dari 2017 kami mulai membangun

      Delete
  5. Salam! Terima kasih kerana singgah di blog saya.

    Saya pernah sampai di Jakarta dan Bandung tapi belum pernah ke Yogyakarta.

    ReplyDelete
  6. Penolakan rakyat pada pembangunan lebih pada trauma masa lalu yang ganti rugi, maka walau pemerintah sekarang melakukannya jadi ganti untung trauma tsb belum sirna dari ingatan rakyat.
    Tapi.... Setitik setitik kien ki warga wis ngraksano hasile...
    iyo ora son?!

    ReplyDelete
  7. Kebiasaan mamang suka ngshare artikelnya ke twitter, sok ajah liat ke twitter mamang kolo ga percaya mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi mang atensinya... sudah saya cek, beneran di post

      Delete
  8. @Mang Lembu : wah sori mang, komentarnya ga ada fitur replay nya... jd jawabannya agak kurang rapi ya... wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sudah saya perbaiki bug nya Mang...

      Delete
    2. wah dah bisa diperbaiki ya mas amar,caranya gimana tu

      Delete
    3. nyisip HTML nya wordpress ke blogger pak, biar ada fitur bales komentarnya... Soalnya template ini awalnya ga ada fitur bales komen.. hehe

      Delete
  9. ya kalau mau bangun di lahan rakyat, seharusnya pemerintah harus ada kebijakan yang baik dalam negosiasinya agar tidak jadi masalah

    ReplyDelete
  10. Rasanya emang kejauhan sih dari bandara ke pusat kota.
    Tapi dengan adanya bandara ini, daerah sekitarnya juga menjadi berkembang.

    ReplyDelete
  11. Belum pernah naik dan turun dari jogja baik YIA atau JOG. . Semoga bisa segera menikmati kedua bandara tsbt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... semoga keinginannya segera terkabul Pak

      Delete
  12. Hi Amar! Thank you so much for your visit and comment on my blog. I really appreciated it. Unfortunately, a glitch caused it to be deleted...definitely not what I intended! So sorryπŸ™

    WOW, a great blog! And I found your post really informative and interesting.
    I hope the airport will bring much improvement to the region. Ian sure it will.😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Helo Ygraine... Thanks you.. I will visit your blog soon (and comment again.. hehe)

      Delete
  13. Saya orang Jawa, tapi seumur hidup belum pernah menginjakkan kaki di Jogja, apalagi terbang. Maafkan hamba, Tuhan...

    ReplyDelete
  14. salam kenal dari Malaysia. kali pertama ke Jogjakarta kira2 5 tahun lalu. pingin lagi ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sudah banyak perubahan dari 5 tahun lalu Mbak... ditunggu kehadirannya di Indo

      Delete
  15. Setiap tindakan akan selalu ada pro dan kontra ya...begitulah selamanya.
    Nice review, fakta kehidupan kita

    ReplyDelete
  16. Semoga ada titik temu-nya, jadinya petani nerima dan pembangunan bandara terlaksana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Titik temunya sudah ada pak... Bandara sudah dibangun

      Delete
  17. Semoga ada titik temu ya kang.. yang bkin yogyakarta semakin baik lagi.. main kesnaa 2 tahun yll dan semoga bs kesampaian main kesana..

    ReplyDelete
  18. Kayaknya aku perlu landing di YIA jg nih hehe, mantabbb bro

    ReplyDelete
  19. Mau tidak mau, jika ingin yogjakarta lebih maju memang membutuhkan bandara baru.
    Soal resiko pastinya ada.
    Tapi soal keuntungannya juga ada. Mungkin lebih banyak keuntungan, itu pendapat saya secara pribadi.
    Sekarang memang jamannya sudah terbuka, mau tidak mau ya harus mengikuti keterbukaan itu.
    Soal ganti tanah, jika punya lahan luas jadi milyader dadakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju pak... memang mau tidak mau Bandara Baru di Yogya harus dibangun.

      Delete
  20. Wah jadi pengen ke Jogja dan merasakan naik turun transportasi disana.... :)

    ReplyDelete
  21. bila sesuatu aiport didirikan, ia bermakna kawasan itu sedang pesat membangun dan harus bersedia menerima kunjungan dari luar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak... dengan kunjungan dari luar, meningkatkan pembangunan di daerah tersebut

      Delete
  22. Rata rata memang bandara akan berada jauh dari pemukiman warga ya.

    ReplyDelete
  23. Semoga Yogya lebih maju , rakyat nya semakin makmur

    ReplyDelete
  24. Belum nyobain bandara Jogja yang baru.
    Saya faham sih kenapa masyarakat sekitar tidak mau tapi saya juga faham kenapa perlua ada. Dalam satu kebijakan selalu ada pro dan kontra

    ReplyDelete
  25. bagi para petani tentu hal tersebut sangat merugikan sekali, namun bagi mereka yang sudah merencanakan penjualan tanah, pasti akan sangat senang, sebab harga tanah yang akan digunakan untuk bandara akan sangat mehal harganya

    ReplyDelete
  26. Hormaaaat untuk pegawai PP, Graaaak wgwgw :D

    iya ya, dulu sempet heboh yang penolakan pembangunan NYIA ini. Tapi kemarin saya lewat, kok bagus dan megah ya :D

    ReplyDelete
  27. selalua da pro dan kontrak. mudah mudahan yagn terbaik

    ReplyDelete
  28. jogja sekarang memang udah maju banget yaa, salah satu nya mulai banyak objek wisata yang makin digemari wisatawan..

    ReplyDelete
  29. wahh keren banget nih bandaranyaa..pinggir pantai

    ReplyDelete
  30. Bener bgt, ada dampak positif dan negatifnya. Tp seenggaknya banyak masyarakat sekitar bandara menjadi lebih produktif ya. Semuanya bertumbuh. Btw semoga menang, Kak :)

    ReplyDelete
  31. Widdihhh, gw kok bangga ya bisa kenalan sama blogger yang megang projek bandara YIA, wkwkwk

    Kalo yang berpikirnya jauhhhh ke depan pasti mendukung. Karna efeknya akan mulplier ke depan. Kalo yang cetek ya pasti gak dukung.

    ReplyDelete
  32. Waw.. Jogja.. saya baru satu kali mengunjungi Jogja dan kesan yang terbawa adalah Jogja memang kota yang paling ngangenin, suasana nya, orang-orangnya, kulinernya, dan lain-lain. Semoga suatu saat bisa kembali berkunjung ke Jogja :) salam kenal dari Banjarmasin.

    ReplyDelete
  33. Efeknya jangka panjang ya, baik pariwisata atau perekonomiannya. Semoga jogja makin sejahtera.
    Jadi rindu malioboro :D

    ReplyDelete
  34. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  35. dengan adanya pembangunan bandara di Yogyakarta mungkin pihak pemerintah memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk kedepannya Yogyakarta .

    salam kenal, mampir juga ya di AVDNews

    ReplyDelete
  36. Ya semoga saja kondisinya sekarang lebih membaik, banyak masyarakat yang tidak sampai kelaparan karena lahan pertaniannya dijadikan bandara.

    ReplyDelete

Salam kenal gan... Silahkan berkomentar



“Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya Ananta Toer