Perspektif Bencana dan Gaia

Sunday, January 26, 2014

Dewi Gaia
Akhir-akhir ini dunia ramai membicarakan mengenai perubahan iklim sebagai akibat pemanasan global. Berdasarkan beberapa sumber yang saya baca diinternet, di bagian bumi utara yang sedang mengalami musim dingin, terjadi penurunan suhu yang ekstrem. Sedangkan di bumi selatan yang sedang mengalami musim panas, dilaporkan suhu dapat mencapat 45 derajad celsius (suhu ruang normal dalam perjanjian ilmiah adalah 20-25 derajad celcius). Di Indonesia sendiri, pada akhir desember mulai terjadi peningkatan intensitas hujan. Bahkan pada awal januari, hujan tidak henti-hentinya menerpa beberapa daerah hingga menyebabkan banjir. Beberapa orang yang menjadi korban benca banjir di beberapa wilayah di Indonesia memaparkan bahwasanya banjir ditahun ini merupakan banjir terparah yang pernah ia alami di daerah tempat tinggalnya.

Melihat pada kenyataan tersebut dan membandingkannya dengan keadaan cuaca beberapa dekade yang lalu, sudah seharusnya kita bertanya, apa yang ingin disampaikan alam kepada kita sebagai khalifah bumi.

Saya jadi teringat mengenai GAIA, seorang dewi dari mitologi Yunani. Gaia dilambangkan sebagai seorang wanita, dan merupakan perlambang dari bumi (dewi bumi). Darimana saya tahu Gaia itu dewi bumi? Masih ingatkah Anda dengan Ultraman Gaia? Dulu saya suka melihat serial tersebut, dan seorang om saya bercerita bahwa gaia ‘mungkin’ diambil dari mitologi Yunani karena tugasnya menjaga ‘bumi’. Nah, yang saya ingin singgung disini adalah prinsip Gaia yang perkenalkan oleh James Lovelock, seorang ilmuan yang pernah bekerja untuk NASA. Darimana saya tahu tentang Lovelock? Sesuai dengan nama blog dong, kan saya penggemar semua tentang astronomi J. Lovelock mengemukakan teori bahwa bumi ini adalah mahluk hidup yang sangat besar dan manusia yang hidup diatasnya adalah bagian dari organisme besar tersebut. Menurutnya, pada tataran tertentu bumi mampu mengatur dirinya demi kelngsungan hidupnya, termasuk menyembuhkan luka-luka atau ketidakseimbangan yang terjadi secara mandiri. Karena sebagai bagian dari sesuatu yang sangat besar, manusia bukanlah makhluk tertinggi dibumi yang kemudian menjadi penguasa di bumi. Manusia ‘hanyalah’ bagian kecil dari bumi yang secara bersama-sama dengan makhluk hidup lain bertugas menjaga keseimbangan bumi demi kesehatan dan keberlangsungan hidup bumi sebagai suatu tubuh yang sangat besar. Mungkin konsep lovelock apabila dilihat dari sisi filosofis hampir sama dengan konsep khalifah dalam Islam (CMIIW).

Teori atau prinsip Gaia ini memang masih menjadi perdebatan karena sebagian ilmuan lain tidak percaya bahwasanya bumi mampu menyembuhkan tubuhnya sendiri. Alasannya adalah timbulnya berbagai fenomena alam yang buruk dan bencana alam yang terus menerus menimpa manusia. Tetapi, secara keilmuan, Lovelock menyatakanbahwa fenomena dan bencana yang muncul justru merupakan perilaku bumi untuk mengatur dan mneyembuhkan luka yang terlalu parah.

Lovelock menjelaskan prinsip Gaia melalui model ‘Dunia Bunga Ester’ alias ‘The Daisyworld’, yaitu dengan mengambil contoh ketika seluruh permukaan bumi hanya dihuni oleh dua jenis bunga ester, yaitu ester hitam dan ester putih, tanpa mahluk hidup yang lainnya-karena maho sudah dibasmi (bercanda... J). Selanjutnya faktor nonhidup yang mempengaruhi bumi juga disederhanakan hanya menjadi satu unsur, yaitu suhu bumi, dimana bumi menerima pancaran sinar matahari.bunga aster hitam adalah bunga yang memiliki kemampuan menyerap sinar secara baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya bunga ester putih memiliki kemampuan untuk memantulkan sinar matahari sehingga dia tidak mudah layu.

Bundaran HI Banjir  (sumber : google)
Pada awalnya bumi dipenuhi oleh biji bakal aster hitam dan puti yang sama banyaknya. Seiring dengan berjalannya waktu, pancaran sinar matahari terhadap bumi terus meningkat (menurut penelitian ahli, sejak terbentuknya kehidupan dibumi, pancaran meningkat 25%). Meningkatnya pancaran meningkatkan pula suhu bumi. Krena ester hitam mampu menyerap sinar matahari dengan baik, pertumbuhan bijinya menjadi sangat pesat dan mengalahkan pertumbuhan biji aster putih. Hal ini menjadikan populasi aster hitam dominan. Dominasi aster hitam penyerap panas ini menyebabkan suhu bumi meningkat tajam dan menjadi terlalu panas bagi aster hitam untuk tetap hidup sehingga aster hitam layu dan mati, sementara aster putih tetap bertahan hidup karena mampu memantulkan panas dan sinar yang diterimanya. Selanjutnya aster putih menjadi lebih dominan ketimbang aster hitam. Namun, karena aster putih cenderung memantulakan cahaya matahari sehingga suhu bumi kembali menurun. Hal ini menciptakan kondisi yang baik bagi aster hitam untuk tumbuh dan mendominasi. Begitulah seterusnya kehidupan dunia aster berlangsung.

Teori Gaia yang dimunculkan Lovelock kemudian dikembangkan secara khusus untuk melihat keterkaitannya dengan bangunan dan dunia konstruksi oleh David Parson. Darimana saya tahu Pearson? Saya baca bukunya Bu Christina, kalau tidak salah di bukunya Heinz Frick juga disinggung. Pearson menunjukan bahwa agar tercapai keseimbangan antara alam dan manusia, setiap pembangunan lingkungan binaan atau pendirian banguanan harus berkaca pada pendekatan Gaia, yaitu tidak meninggalkan konteks setempat dan pembangunan sekecil mungkin merusak alam agar tercipta spirit hidup dan kesehatan lahiriah si penghuni bangunan.

Nah beberapa waktu yang lalu, saya (rufindo amerta) bersama teman saya Andreas Novier (drevier design) berusaha untuk memecahkan persoalan ‘menghindari bencana alam melalui pendekatan hunian’. Maksudnya kita berusaha membuat rumah yang menyesuaikan diri dengan alam, bukan malah mengekspos alam. Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut atau ingin berdiskusi dengan kami silahkan kirimkan email ke marrufamar@gmail.com. Berikut ini gambarnya :

 Penjelasan singkat : rumah ini bernama TRADECO, gagasan awalnya berupa rumah panggung (tradisional) guna meningkatkan KDB, dan menggunakan eleman ramah lingkungan.

Tampak Depan TRADECO HOUSE by RUFIDO DREVIER PROPERTY
TRADECO HOUSE by RUFIDO DREVIER PROPERTY

You Might Also Like

0 komentar

Salam kenal gan... Silahkan berkomentar



“Orang boleh pandai setinggi langit,
tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya Ananta Toer